AKU BERBATIK

""

Rabu, 01 Mei 2013

ORDE BARU


A. Latar Belakang Orde Baru

Orde baru adalah suatu tananan seluruh kehidupan rakyat, bangsa dan negaranyang diletakkan pada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 atau untuk mengoreksi pemerintahan orde lama dan menyusun kembali kekekuatan bangsa. Tujuannya adalah mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan UUD 1945.
Landasan struktural dari orde baru meliputi:
a.    Landasan idiil: Pancasila
b.    Landasan Konstitusional: UUD 1945
c.    Landasan operasional:
·         Tap No. IX/MPRS/1966 tentang pengukuhan Supersemar.
·         Tap No. XXV/MPRS/1966 tentang pelarangan paham komunis di Indonesia.
·         Tap No. XX/MPRS/1966 tentang tertib hukum berdasarkan Pancasila.
·         Tap No. XIII/MPRS/1966 tentang pembentukan Kabinet Ampera.
·         Tap No. XXXIII/MPRS/1967 tentang pencabutan kekuasan Presiden Soekarno dan pegangkatan Letjen Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI.
·         Tap No. XLI/MPRS/1968 tentang pembentukan Kabinet Pembangunan.

B. Menganalisis macam-macam kebijakan Orde Baru dalam bidang ekonomi dan politik
Bidang Politik
1.  Melaksanakan Pemilu
Pada tanggal 3 Juli 1971diselenggarakan Pemilu dengan asas LUBER (Lansung, Umum, Bebas, dan Rahasia) yang di ikuti 10 partai yang di menangkan Golkar, urutan ke 2 Nandlatul Ulama, Urutan ke 3 Partai Muslimin Indonesia. Kemenangan golkar dalam pemilu 1971 dikarenakan monoloyalitas PNS yang menjadi sumbangan terbesar bagi Golkar dan adanya kekuatan Golkar yang telah mengakar kuat di masyarakat, kekuatan tersebut terbangun karena pengaruh Golkar berperan dalam menumpas komunisme.
2.  Melakukan Penyederhanaan Patai Politik
Dasar hukum penyederhanaan partai politik adalah UU No.3 tahun 1975:
·         Kelompok Persatuan Pembangunan (5 Januari 1973) dipimpin oleh H.M.S Mintaredja, SH merupakan difusi dari Partai Nandlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai sarekat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Persatuan Tarbiyah Indonesia (Perti).
·         Kelompok Demokrasi Indonesia (11 Januari 1973) yang dipimpin  Moh. Isneni merupakan fusi dari Partai nasional Indonesia (PNI), Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Katolik, Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, dab Partai Murba.
·         Kelompok golongan Karya yang terdiri dari berbagai organisasi profesi.
3.  Menerapkan Dwi Fungsi ABRI
Dwi Fungsi ABRI / peran ganda ABRI adalah peran sebagai kekuatan pertahanan dan keamanan serta perannya sebagai kekuatan sosial politik. Namun lebih menekakankan fungsi stabilisator dan dinamisator, oleh karena itu dalam Pemilu 1971 TNI tidak punya hak pilih.
4.  Kembali menjadi anggota PBB
Pada masa Pemerintahan Soekarno Indonesia keluar dari PBB karena Indonesia tidak puas terhadap tindakan PBB yang mengakui Kalimantan Utara sebagai milik Malaysia dan ditetapkanya Malaysia sebagai Dewan Keamanaan Tidak Tetap PBB. Keluarnya Indonesia dari PBB mengakibakan Indonesia terisolir sehingga menjadi dekat dengan Cina.
Bidang Ekonomi
1.  Penyelamatan dan rehabilitas Ekonomi Nasional
Dengan dikeluarkan Tap MPRS No. XXXIII/MPRS/1966 tujuannya untuk mengatasi krisis dan kemrosotan ekonomi yng melanda Indonesia sejak tahun 1955. Ada tiga progam dalam TAP MPRS meliputi:
Progam Penyelamatan
Ø  Penerapan anggaran belanja berimbang (belanced budget) yang nantinya diterapkan dalam APBN 1968 melalui UU no 13 tahun 1968. Yang maksudnya anggaran harus belanja berimbang adalah seimbang antara anggaran belanja dan pendapatan Negara.
Ø  Membatasi pemberian kredit di bank dan menghapus kredit impor.
Ø  Menerapkan kebijakan penundaan pembayaran utang luar negeri serta berusaha untuk mendapatkan pinjaman kredit baru.
Progam stabilitas dan rehabilitas
Progam stabilitas adalah usaha untuk membendung inflasi.
Usaha untuk membendung inflasi:
Ø  Mengatur harga dan tarif terutama harga pangan, harga sandang dan valuta asing. Tujuannya mengurangi berbagai penyebab tidak seimbangnya perbandingan harga dan membuat peluang bagi perusahaan untuk menggunakan biaya sendiri.
Ø  Mengadakan operasi pajak dengan cara menciptakan cara pemungutan pajak bagi pendapatan perseroan dan kekayaan dengan Menghitung Pajak Sendiri (MPS) dan Menghitung Pajak Orang (MPO).
Ø  Memberi stimulus kepada para pengusaha agar mau menyerahkan sebagian dari usahanya untuk sektor pajak dan ekspor.
Ø  Menerapakan UU no 1 tahu 1967 tentang Penanam Modal Asing untuk membuka kesempatan investor asing menanam modal di Indonesia dan untuk penanaman modal angsa sendiri diatur UU no. 6 Tahun 1968.
Progam rehabilitas adalah usaha yang dilakukan untuk memulihkan kemampuan berproduksi. Progam rehabilitas bertujuan memperbaiki prasarana fisik(jalan, listrik, dll) , prasarana administratif (aparatur negara, aturan perbankan, lembaga pengkreditan desa).
Progam pembangunan
       Tujuan dari progam pembangunan adalah untuk mewujudkan suatu masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UDD 1945. Trilogi pembangunan adalah tumpuan pelaksanaan Orde Baru, meliputi:
1)   Pemerataan pembungan nasional beserta hasil-hasilnya.
2)   Merencanakan, melaksanakan dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
3)   Menciptakan stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
       Pembangunannasional orde baru dibagi dua katerogi yaitu Pembangunan Jangka Panjang (25-30 tahun) dan Pembangunan Jangka Pendek (5 tahunan). Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui tahapan-tahapan pelaksanaan Pelita (Pembangunan Lima Tahun).
Progam Pelita 1 (1969-1974)
Pelita 1 menitikberatkan pada sektor pertanian dan sektor industri yang
mendukung kemajuan pertanian Indonesia. Tujuan:
v Meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia.
v Memfokuskan pada pembangunan pertanian, industri, pertambangan,
rehabilitasi dan perluasan sarana dan prasarana sosial.
Progam Pelita 2 (1974-1979)
Pelita 2 menitikberatkan pada sektor pertanian dan sektor industri yang mengolah bahan mentah dan menjadi bahan baku.Tujuan :
v Tersedianya kebutuhan sandang dan papan yang memadai.
v Tersedianya bahan untuk perumahan dan fasilitas lainnya.
v Terwujudnya sarana dan prasarana yang semakin terdistribusi.
v Terwujudnya keadaan rakyat Imdonesia yang lebih baik.
v Tersedianya lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
Progam Pelita 3 (1979-1984)
Pelita 3 meniti beratkan pada sektor pertanian yang menuju sektor
swasembada pangan dan sektor industri yang mengolah bahan baku menjadi
bahan jadi. Tujuan:
v Pemerataan kebutuhan pokok rakyat pada penyedia sektor pangan.
v Pemerataan pendidikan dasar dan penigkatan keahlian di semua bidang.
v Pemerataan kesempatan kerja dan usaha dengan transmigrasi.
v Pemerataan pendapatan dengan proyek padat karya.
v Melibatkan generasi muda dan wanita dalam pembangunan.
v Menyediakan dana bantuan pembangunan daerah I dan II.
v Mengintensifkan kinerja dalam penyediaan kesempatnn keadilan bagi rakyat.
Progam Pelita 4 (1984-1989)
Pelita 4 menitikberatkan pada sektor pertanian yang melanjutkan usaha
usaha yang menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang
dapat menghasilkan mesin-mesin industri ringan dan berat.
Progam Pelita 5 (1989-1994)
Pelita 5 menitikberatkan pada sektor pertanian dan sektor industri dengan
meningkatkan kualitasnya dengan tujuan utama ekspor.
Progam Pelita 6 (1994-1997)
Pelita 6 menitikberatkan pada proses menuju masyarakat yang adail dan
makmur berdasarkan Pancasila, yaitu menciptakan sistem ekonomi yang
seimbang (pertanian da industri yang kuat) serta pembangunan bidang
bidang lain untuk meningkatkan sumber daya manusia. Namun sebelum
mencapai target orde baru telah jatuh.
Revolusi Hijau
Revolusi Hijau Perubahan secara cepat yang menyangkut masalah
pembaharuan teknologi  pertanian dan peningkatan produksi pertanian,
perubahan cara bercocok tanam dari cara tradisional ke cara modern. Tokoh
Revolusi Hijau adalah Thomas Robert Malthus. Menurutnya, pertumbuhan
penduduk lebih cepat dibandingkan peningkatan hasil pertanian. Pelaksanaan
penelitian pertanian disponsori oleh Ford Rockefeller Foundation. Penelitian
ini dilakukan di Meksiko, Filipina, India, dan Pakistan.  Merupakan
keberhasilan para teknolog pertanian dalam melakukan persilangan antarjenis
tanaman tertentu
Dampak positif revolusi hijau:
·         Munculnya tanaman jenis unggul
·         Meningkatkan pendapatan petani
·          Pertumbuhan ekonomi meningkat
·         Adanya kesadaran petani akan pentingnya teknologi
Upaya Yang Dilakukan Pemerintah di bidang Pertanian:
Intensifikasi Pertanian melalui kegiatan Pancausaha Tani :
1.    Penggunaan Bibit Unggul
2.    Pengolahan tanah yang baik
3.    Irigasi yang teratur
4.    Penggunaan pupuk secara teratur
5.    Pemberantasan Hama yang intensif
Ekstensifikasi Pertanian dengan cara memperluas lahan pertanian (membuka lahan baru) Diversifikasi Pertanian
a)    Penganekaragaman jenis tanaman pada satu
b)   lahan pertanian melalui sistem tumpang sari.
Rehabilitasi Pertanian merupakan usaha pemulihan produktivitas sumber
daya pertanian yang kritis, yang membahayakan kondisi lingkungan
dengan maksud untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
Dampak negatif revolusi hijau:
a.      Sistem bagi hasil mengalami perubahan
b.      Ekonomi uang di desa makin kuat
c.       Peningkatan produksi pangan tidak dikuti oleh pendapatan petani
d.      Tingginya biaya produksi

C. Peranan negara dalam pemeritahan Orde Baru dalam segala aspek kehidupan.
Bidang Ideologi
       Untuk menghilangkan ideologi komunis di Indonesia Pemerintah Orde Baru bertekad untuk melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Namun pelaksanaannya sangat berlebihan, hal ini dibuktikan dengan:
a)    Menjadikan Pancasila sebagai ideologi tertutup.
b)   Menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal.
c)    Melaksanakan indoktrinisasi Pancasila secara intens kepada seluruh rakyat Indonesia.
Bidang Politik
a)    Mengontrol partai politik.
Menyederhanakan partai peserta pemilu dan mengharuskan mencantumkan Pancasila sebagai asasnya dan tokoh-tokoh yang menanggapi progam pemerintah secara kritis disingkirkan.
b)   Memperbesar peran golkar dan memperkecil peran partai politik lainnya.
Dengan memperbesarkan peran golkar dimaksudkan agar pemerintah dapat menguasai lembaga perwakilan rakyat sehingga mudah melakukan kontrol dan untuk memenangkan setiap pemilu lima tahunan.
c)    Mengatur struktur lembaga MPR dan DPR agar menguntungkan pemerintah.
Misal dalam DPR terdapat 4 fraksi yaitu Golkar, TNI/Polri, PDI, dan fraksi Persatuan Pembangunan yang tentu saja cenderung memihak pemerintah.
d)   Tampilnya ABRI sebagai pemimpin-pemimpin daerah.
Dengan berkembangnya Dwi Fungsi ABRI lama-kelamaan menjadi kekaryaan. Peran kekaryaan ABRI semakin masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Bidang-bidang yang sebenarnya masyarakat berperan besar di disi oleh TNI/POLRI misal gubernur, bupati dll.
e)    Membelenggu hak politik warga negara.
Pemerintah membatasi hak-hak berserikat dan berkumpul serta membentuka badan-badan khusus untuk mengontrol masyarakat misal BKK singkatan dari Badan Koordinasi Mahasiswa yang bertujuan untuk memudahkan kontrol pada mahasiswa.
f)     Megontrol kebebasab Pers.
Pada waktu-waktu tertentu pers menikmati kebebasan yang longgar, apabila pada saat tertentu ketika susanana politi memanas pengawasan terhadap pers meningkat. Pengawasan yang ketat ini menyebabkan terjadinya kasusu pembrendelan atau pelarangan terhadap surat kabar atau majalah fengan cara dicabutnya Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP). Beberapa Pers yang dibredel misal Harian Sinar Harapan, Surat Kabar Prioritas, Tabloid Monitor, Majalah Tempo, Majalah Editor dan majalah Detik.
Bidang Sosial
       Menempatkan ABRI/TNI dalam posisi penting di pemerintahan pusat maupun desa. Sehingga dengan mudah mempengaruhi dan mengawasi kehidupan sosial masyarakat dan dibentuknya (KOPKAMTIB) singkatan dari Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban dengan tugas:
v  Memulihkan keamanan dan ketertiban akibat-akibat pemberontakan PKI serta kegiatan-kegiatan subversif dan ekstrim lainnya.
v  Mengamankan kewibawaan pemerintah dan alat-alatnya dari pusat sampai daerah untuk menjamin kelangsungan hidup Pancasila dan UUD 1945.
Bidang Kebudayaan
       Bidang kebudayaan yang dianggap tidak sesuai dengan kebudayaan nasional akan dihapus. Pemerintah juga mengawasi secara ketat kerja dan produksi kebudayaan. Karya seni di awasi pemerintah seperti pertunjukan seni, puisi, lagu. Apabila mengandung kritikan terhadap pemerintah akan di larang.
Bidang Ekonomi
       Pembangunan ekonomi mengalami kemajuan pesat meskipun demikian Orde baru banyak merampas tanah milik rakyat, merambah dan menggunduli hutan. Namun perekonomian hanya hanya bertumpu pada sekelompok kecil saja sehingga suwaktu krisis tahun 1997 melanda perekonimian Indonesia menjadi hancur.
Bidang Pertahanan dan Keamanan
       Pertahan dan keamanan cukup kuat karena TNI/POLRI merata di seluruh negara Indonesia baik di perkotaan maupun dipedesaan. Sehingga apabila terjadi kondisi yang tidak baik dapat bergerak dengan cepat.
Bidang Agama
       Selama Orde Baru hanya mengakui lima agama resmi (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha). Agama-agama lain di larang, orang yang tidak beragamapun dilarang. Jadi semua orang harus beragama tetapi agamanya harus di isi dengan salah satu agama resmi tadi. Tokoh-tokoh agama di awasi gerak-geriknya.
D. Menguraikan dampak yang terjadi akibat pemerintahan Orde Baru baik positif maupun negatif.
Dampak positif:
a.  Pembukaan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
b.  Meningkatkan pendapatan nasional.
c.   Fasilitas umum terpenuhi sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar.
d.  Terjadinya perubahan struktur ekonomi dari agraris ke industri sehingga kegiatan ekonomi semakin banyak.
e.  Pertumbuhan ekonomi yang tinggi karena setiap program pembangunan pemerintah terencana dengan baik dan hasilnyapun dapat terlihat secara konkrit.
f.   Indonesia mengubah status dari negara pengimpor beras terbesar menjadi bangsa yang memenuhi kebutuhan beras sendiri (swasembada beras)
g.  Penurunan angka kemiskinan yang diikuti dengan perbaikan kesejahteraan rakyat.
h.  Penurunan angka kematian bayi dan angka partisipasi pendidikan dasar yang semakin meningkat. 
Dampak negatif:
a.  Meningkatkan urbanisasi.
b.  Terjadinya pencemaran lingkungan akibat limbah pembangunan.
c.   Terciptalah kelompok yang terpinggirkan (Marginalisasi sosial)
d.  Menimbulkan konglomerasi dan bisnis yang erat dengan KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme)
e.  Pembagunan yang dilakukan hasilnya hanya dapat dinikmati oleh sebagian kecil kalangan masyarakat, pembangunan cenderung terpusat dan tidak merata
f.   Pembangunan hanya mengutamakan pertumbuhan ekonomi tanpa diimbangi kehidupan politik, ekonomi, dan sosial yang demokratis dan berkeadilan.
g.  Meskipun pertumbuhan ekonomi meningkat tapi secara fundamental pembangunan ekonomi sangat rapuh.
Pembagunan tidak merata tampak dengan adanya kemiskinan di sejumlah wilayah yang justru menjadi penyumbang devisa terbesar seperti Riau, 

Jumat, 25 Januari 2013

BATIK INDONESIA WARISAN DUNIA

BATIK INDONESIA WARISAN DUNIA

       Batik merupakan salah satu warisan leluhur. Batik dapat dikategorikan sebagai salah satu kebudayaan asli Indonesia yang sampai sekarang masih dipertahankan dan di lestarikan. Batik muncul pertama kalinya di Indonesia karena masih ada hubungan dengan kegemaran bangsa Indonesia yang kala itu masih gemar mengukir. Kegemaran mengukir memang sudah ada sejak zaman manusia belum mengenal aksara (tulisan) sampai dengan masa dimana manusia sudah mengenal aksara (tulisan) dibuktikan dengan penemuan Yupa abad ke-4 M di Kutai, Kalimantan Timur. Kegemaran mengukir masyarakat Indonesia ketika itu masih tradisional karena masih menggunakan media-media yang berasal dari alam seperti bebatuan, logam, tembaga, kayu, perak dan dinding-dinding bangunan (Goa).  Hasil ukiran tersebut lebih banyak berupa benda-benda yang bernilai sejarah sekitar 4.000 tahun yang lalu, yakni lukisan goa, prasasti, relief di candi-candi, di tombak, keris bahkan arca (Prajnaparamita).
       Mengukir saat itu dengan melukis, memahat atau menorehkan curahan hati ke dalam suatu media. Mengukir yang banyak mereka lakukan lebih berhubungan dengan penciptaan ukiran-ukiran, motif dan bentuk-bentuk hiasan yang indah. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya kegemaran baru dalam mengukir bagi bangsa Indonesia yakni mengukir dengan media kain. Mengukir dengan media kain yang dilakukan oleh bangsa Indonesia disebut dengan “membatik”. Membatik ini berasal dari kata “tik” yang artinya titik. Jadi “batik” itu berarti bertitik yang ditumpahkan diatas media kain dengan selebihnya nanti bisa dikombinasikan dengan pembuatan motif baru. Batik merupakan hasil kebudayaan yang juga mempunyai nilai seni tinggi selain lukisan goa, prasasti dan relief di candi-candi serta di arca. Batik dari dulu hingga sekarang sudah merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia khususnya yang paling identik adalah Pulau Jawa. Batik dalam kurun waktu yang berkembang telah diakui menjadi busana nasional dan telah ditetapkan juga sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Penetapan dari UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai warisan dunia ini agar tidak diklaim dan diakui oleh bangsa lain.
       Batik tergolong salah satu kebudayaan yang membutuhkan waktu lama dan kesabaran tinggi. Karena cara pengerjaan batik ini lebih mengandalkan kepada luwesnya jari dalam meneteskan malam demi malam dan perasaan hati dalam menumpahkan ekspresi di selembar kain yang biasanya adalah kain Mori. Pembuatan sekaligus pengerjaan batik tidak semudah yang dipikirkan oleh sebagian besar orang yang hanya menikmati hasil jadinya saja. Namun, pembuatan batik membutuhkan proses lama yang tersaji dalam langkah demi langkah pembuatannya yakni diantaranya:
·         Mempersiapkan bahan baku yang diperlukan (kain Mori/Prima/Berkolin, malam, dan pewarna) dan alat atau perkakas yang dipakai (pensil, penghapus, wajan, anglo/kompor, gawangan, canting, bak celup).
·         Memulai Membatik.
       Membatik merupakan proses paling inti dan paling sakral. Kenapa dianggap inti? karena inti dari semua kegiatan membatik ini adalah ketika proses membatik yang nantinya akan menghasilkan output batik bagus atau tidaknya. Lalu kenapa disebut sakral? karena disini yang memainkan adalah hati dan perasaan. Sakralnya bukan dengan ritual atau upacara magis, namun lebih kepada curahan hati dan perasaan ketika membatik. Sakral dalam pemaknaannya mengarah kepada bentuk atau proses ketika langkah demi langkah dilakukan, seperti membuat sket di kain, memegang canting dengan benar, meneteskan malam, meniup lubang canting sampai pada akhir batik itu jadi.
       Membatik pernah saya lakukan ketika SMP dulu, karena pelajaran membatik ini dimasukkan dalam mata pelajaraan kesenian dan condongnya kepada seni rupa. Jadi ketika itu siswa SMP Negeri 1 Kesamben, Jombang diwajibkan mengikuti pelajaran seni rupa membatik dikarenakan akan menjadi salah satu tanggungan nanti ketika ujian praktik. Dari kebijakan tersebut saya mencobanya dan ternyata mengasyikkan juga bisa mempelajari cara membatik yang benar. Saya tidak pernah absen ketika mata pelajaran seni rupa, karena dari situlah kecintaan saya akan batik mulai tumbuh. Meskipun memakan proses yang lama dan kesabaran yang ekstra, kalau dilakukan dengan hati yang tulus maka hasilnya akan bagus. Membatik yang benar dan baik itu harus melewati proses-proses yang runtut sebagai berikut :
1.       Mencuci kain mori,
2.       Memola motif batik,
3.       Membatik kain Mori,
4.       Memberi warna kain batik,
5.       Menghilangkan semua malam/lilin yang melekat pada kain batik pada proses pelorotan malam/lilin (Soekamto, 1983:47).
Membatik saat saya masih SMP dulu prosesnya juga hampir ada kemiripan dengan apa yang disampaikan oleh bapak Soekamto dalam bukunya yang berjudul “ Batik dan Membatik”. Proses membatik yang saya lakukan waktu SMP kelas VIII dan IX yakni:
1.      Menyiapkan kain Mori dengan membelinya di sekolahan,
2.      Menyiapkan peralatannya diantaranya canting, kompor, wajan, malam dan pewarna,
3.      Membuat pola batik sesuai dengan keinginan masing-masing siswa,
4.      Setelah itu barulah membatiknya,
5.      Untuk proses pewarnaan dulu saya lakukan di rumah karena atas perintah guru pembimbingnya.
       Proses yang penuh kesabaran itulah nanti akan menghasilkan kualitas produk batik yang bagus dan laku di pasaran. Batik yang berkembang pada masa sekarang merupakan revolusi baru bagi pecinta batik dan masyarakat yang awam sebelumnya tidak mengenal rupa atau bentuk batik. Batik hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia ternyata memiliki banyak manfaat dan keuntungan yang luar biasa diantaranya adalah karena berkat UNESCO yang menjadikan batik sebagai warisan dunia mendorong banyak orang untuk ikut serta melestarikan keberadaannya, menjadi daya tarik tersendiri bagi pemerintah untuk terus menggalakkan program agar batik tidak punah dan tergerus oleh perkembangan zaman akibat globalisasi yang sekarang sedang booming adalah budaya Korea, menetapkan hari batik sekitar tanggal 2 Oktober sebagai usaha pemerintah mengingatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan batik, memasukkan batik ke dalam salah satu busana nasional selain busana nasional daerah masing-masing.
       Berbatik merupakan kegiatan yang dilakukan oleh setiap orang dengan mengenakan batik sebagai salah satu dresscode atau pakaian resminya di setiap kegiatan dalam kesehariannya. Batik yang sekarang sudah menjadi busana nasional bangsa Indonesia sangat dijunjung tinggi oleh setiap masyarakatnya. Hal itu terlihat oleh tingkat antusias masyarakatnya dalam mempertahankan batik dari pengklaiaman negara lain serta tanggapan baik dari masyarakat akan keputusan UNESCO yang menetapkan batik sebagai warisan dunia asli Indonesia. Antusias positif dari masyarakat akan batik terlihat dari banyaknya masyarakat yang tidak malu mengenakan batik. Anak-anak, orang dewasa, orang tua dan remaja memilki andil besar dalam usaha pengenalan batik pada dunia luar.
       Berbatik dalam konteks kekinian dapat dikatakan lebih bervariasi baik dalam bentuk desain maupun kegiatannya. Bentuk atau desain batik kekinian lebih disesuaikan dengan permintaan pasar dan perkembangan zaman. Batik yang awalnya identik dengan kraton, sekarang lebih terbuka dan fleksibel. Bermula kain curahan biasa yang bermotif tradisional menjadi busana nasional yang dipakai oleh hampir semua masyarakat Indonesia. Batik bisa dipakai dimanapun, dalam kondisi apapun dan cocok untuk semua kalangan contohnya batik yang menjadi pakaian resmi PNS, guru, pegawai kecamatan, dosen, pak lurah beserta perangkatnya, pak walikota beserta perangkatnya, pak bupati beserta perangkatnya, mahasiswa dan pelajar. Batik juga dianggap oleh sebagian orang pakaian resmi dengan bentuk beraneka ragam dan masih terkesan sopan.
       Perkembangan zaman yang semakin maju, menjadikan batik sebagai salah kain yang laku di pasaran selain sutera atau katun. Batik untuk saat ini memang bisa dibentuk dalam beraneka ragam diantaranya baju, sprei, rok, tas, sepatu, gorden jendela, sarung bantal dan guling, taplak meja, aksessoris batik bahkan sampai kerudung (Pashmina). Model-model batik yang paling digemari oleh masyarakat sekarang kebanyakan adalah baju dan rok batik (sandhangan) dan ini bisa didapatkan dimanapun, seperti toko batik (kalau di Malang paling banyak di Pasar Besar), butik batik baik itu secara online maupun langsung datang ke tempatnya. Biasanya pembelian batik online tidak kalah bagusnya dengan batik yang dibeli langsung di tempatnya tanpa ada ongkos kirim terhadap online shop yang menjualnya batik. Kadang kala hanya hal-hal kecil yang membedakan online shop dengan toko batik atau butik batik nyata di sekitar kita yakni masalah biaya pengiriman (ongkir)nya, pembayaran yang harus lewat bank, penungguan barang datang, dan pembeliannya dilakukan hanya dengan melalui SMS, pesan Facebook, telepon, BBM, What’s up, chatting saja, namun untuk bahan dan model batik kadang masih ada kesamaan. Situs online shop yang khusus menjual batik secara online selain situs berbatik juga ada situs Tsurayyaku Hanbok Batik yang aku tau dari situs jejaring facebook.
       Batik saat ini tidak kalah bagusnya dengan baju atau dresscode negara lain. Batik ini menjadi busana penyatu dari bangsa Indonesia meskipun masih ada baju/pakaian tradisional masing-masing daerah, Namun sifat batik fleksibel tidak terlalu mengikat. Batik juga banyak dikenal oleh masyarakat asing dari negara lain di negara sendiri atau yang sedang mengunjungi Indonesia. Batik dalam kancah Internasional juga mulai diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia dengan jalan mengikutkan pada berbagai pameran kebudayaan maupun festival di negara lain. Selain itu juga Indonesia membuka pelatihan batik bagi masyarakat Indonesia maupun luar yang ingin mengetahui proses pembuatan batik dari mulai berbentuk kain (bahan mentah) sampai menjadi bahan jadi yang siap dijual. Pelatihan seperti banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jogjakarta yang mayoritas bentuk pemerintahannya kekeratonan.
       Batik sudah ditetapkan menjadi salah satu busana nasional Indonesia yang tidak berarti harus melupakan busana/pakaian lokal setiap daerah. Menurut teman saya yang berasal dari Trenggalek juga mengenal salah satu batik khas daerah sana yang dinamakan batik tulis Rahayu yang Ciri khasnya adalah motif bunga cengkeh dan cecek. Cecek itu berbentuk  titik-titik. Batik di Indonesia ada dua macam jenis yakni batik tulis (kasar dan halus) serta batik cap (kasar dan halus). Batik jika diamati secara lokal atau kedaerahan juga memiliki banyak jenis dan macamnya diantaranya batik Madura, Jombangan, Pekalongan, Surajarta, Jogjakarta dan masih banyak yang lain. Kedaerahan di negara Indonesia yang mayoritas berbentuk kepulauan ini menambah kemajemukan terhadap aset budaya penting yang berupa batik baik itu secara nasional maupun secara lokal. Filosofi jika seseorang mengenakan batik lebih menggambarkan sosok seorang pemimpin, yang tidak hanya tegas, tetapi juga berwibawa, bijaksana, dan mampu bergerak cepat, baik dalam bertindak dan mengambil keputusan.Berdasarkan fenoemena yang ada di Indonesia mengenai batik diharapkan bisa menjadi alat pemersatu dari pluralitas/kemajukan dari Indoensia dan alat penumbuh nasionalisme bangsa Indonesia agar lebih menghargai dan menjaga serta melestarikan aset budaya bangsa yang menarik dan unik ini, yaitu batik.



Followers