Selasa, 29 Januari 2013
Senin, 28 Januari 2013
Jumat, 25 Januari 2013
BATIK INDONESIA WARISAN DUNIA
BATIK
INDONESIA WARISAN DUNIA
Batik
merupakan salah satu warisan leluhur. Batik
dapat dikategorikan sebagai salah satu kebudayaan asli Indonesia yang sampai
sekarang masih dipertahankan dan di lestarikan. Batik muncul pertama kalinya di Indonesia
karena masih ada hubungan dengan kegemaran bangsa Indonesia yang kala itu masih
gemar mengukir. Kegemaran mengukir memang sudah ada sejak zaman manusia belum
mengenal aksara (tulisan) sampai dengan masa dimana manusia sudah mengenal
aksara (tulisan) dibuktikan dengan penemuan Yupa abad ke-4 M di Kutai,
Kalimantan Timur. Kegemaran mengukir masyarakat Indonesia ketika itu masih
tradisional karena masih menggunakan media-media yang berasal dari alam seperti
bebatuan, logam, tembaga, kayu, perak dan dinding-dinding bangunan (Goa). Hasil ukiran tersebut lebih banyak berupa
benda-benda yang bernilai sejarah sekitar 4.000 tahun yang lalu, yakni lukisan
goa, prasasti, relief di candi-candi, di tombak, keris bahkan arca (Prajnaparamita).
Mengukir saat itu dengan melukis,
memahat atau menorehkan curahan hati ke dalam suatu media. Mengukir yang banyak
mereka lakukan lebih berhubungan dengan penciptaan ukiran-ukiran, motif dan
bentuk-bentuk hiasan yang indah. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya kegemaran
baru dalam mengukir bagi bangsa Indonesia yakni mengukir dengan media kain. Mengukir
dengan media kain yang dilakukan oleh bangsa Indonesia disebut dengan “membatik”. Membatik ini berasal dari kata “tik” yang
artinya titik. Jadi “batik” itu berarti
bertitik yang ditumpahkan diatas media kain dengan selebihnya nanti bisa
dikombinasikan dengan pembuatan motif baru. Batik
merupakan hasil kebudayaan yang juga mempunyai nilai seni tinggi selain lukisan
goa, prasasti dan relief di candi-candi serta di arca. Batik dari dulu hingga sekarang sudah
merupakan bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia khususnya yang paling identik
adalah Pulau Jawa. Batik dalam kurun
waktu yang berkembang telah diakui menjadi busana nasional dan telah ditetapkan
juga sebagai warisan dunia oleh UNESCO. Penetapan dari UNESCO terhadap batik Indonesia sebagai warisan dunia ini
agar tidak diklaim dan diakui oleh bangsa lain.
Batik tergolong salah satu kebudayaan yang
membutuhkan waktu lama dan kesabaran tinggi. Karena cara pengerjaan batik ini lebih mengandalkan kepada
luwesnya jari dalam meneteskan malam demi malam dan perasaan hati dalam menumpahkan ekspresi di selembar kain yang
biasanya adalah kain Mori. Pembuatan sekaligus pengerjaan batik
tidak semudah yang dipikirkan oleh sebagian besar orang yang hanya
menikmati hasil jadinya saja. Namun, pembuatan batik
membutuhkan proses lama yang tersaji dalam langkah demi langkah
pembuatannya yakni diantaranya:
·
Mempersiapkan bahan
baku yang diperlukan (kain Mori/Prima/Berkolin, malam, dan pewarna) dan alat atau perkakas
yang dipakai (pensil, penghapus, wajan, anglo/kompor, gawangan, canting, bak celup).
·
Memulai Membatik.
Membatik
merupakan proses paling inti dan paling sakral. Kenapa dianggap inti?
karena inti dari semua kegiatan membatik
ini adalah ketika proses membatik yang
nantinya akan menghasilkan output batik
bagus atau tidaknya. Lalu kenapa disebut sakral? karena disini yang memainkan
adalah hati dan perasaan. Sakralnya bukan dengan ritual atau upacara magis,
namun lebih kepada curahan hati dan perasaan ketika membatik. Sakral dalam
pemaknaannya mengarah kepada bentuk atau proses ketika langkah demi langkah
dilakukan, seperti membuat sket di kain, memegang canting dengan benar, meneteskan malam, meniup lubang canting sampai pada akhir batik
itu jadi.
Membatik
pernah saya lakukan ketika SMP dulu, karena pelajaran membatik
ini dimasukkan dalam mata pelajaraan kesenian dan condongnya kepada seni
rupa. Jadi ketika itu siswa SMP Negeri 1 Kesamben, Jombang diwajibkan mengikuti
pelajaran seni rupa membatik dikarenakan akan menjadi salah satu
tanggungan nanti ketika ujian praktik. Dari kebijakan tersebut saya mencobanya
dan ternyata mengasyikkan juga bisa mempelajari cara membatik yang benar. Saya tidak pernah absen
ketika mata pelajaran seni rupa, karena dari situlah kecintaan saya akan batik mulai tumbuh. Meskipun memakan proses
yang lama dan kesabaran yang ekstra, kalau dilakukan dengan hati yang tulus
maka hasilnya akan bagus. Membatik yang benar dan baik itu harus melewati
proses-proses yang runtut sebagai berikut :
1.
Mencuci kain mori,
2.
Memola motif batik,
3.
Membatik kain Mori,
4.
Memberi warna kain batik,
5.
Menghilangkan semua
malam/lilin yang melekat pada kain batik
pada proses pelorotan malam/lilin (Soekamto,
1983:47).
Membatik saat saya masih SMP dulu prosesnya
juga hampir ada kemiripan dengan apa yang disampaikan oleh bapak Soekamto dalam
bukunya yang berjudul “ Batik
dan Membatik”. Proses membatik
yang saya lakukan waktu SMP
kelas VIII dan IX yakni:
1.
Menyiapkan kain
Mori dengan membelinya di sekolahan,
3.
Membuat pola batik
sesuai dengan keinginan masing-masing siswa,
4.
Setelah itu barulah
membatiknya,
5.
Untuk proses
pewarnaan dulu saya lakukan di rumah karena atas perintah guru pembimbingnya.
Proses yang penuh kesabaran itulah nanti
akan menghasilkan kualitas produk batik yang bagus dan laku di pasaran. Batik yang berkembang pada masa sekarang
merupakan revolusi baru bagi pecinta batik
dan masyarakat yang awam sebelumnya tidak mengenal rupa atau bentuk batik.
Batik hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia ternyata memiliki
banyak manfaat dan keuntungan yang luar biasa diantaranya adalah karena berkat
UNESCO yang menjadikan batik sebagai warisan dunia mendorong banyak
orang untuk ikut serta melestarikan keberadaannya, menjadi daya tarik
tersendiri bagi pemerintah untuk terus menggalakkan program agar batik
tidak punah dan tergerus oleh perkembangan zaman akibat globalisasi yang
sekarang sedang booming adalah budaya
Korea, menetapkan hari batik sekitar tanggal 2 Oktober sebagai
usaha pemerintah mengingatkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam
melestarikan batik, memasukkan batik
ke dalam salah satu busana nasional selain busana nasional daerah
masing-masing.
Berbatik merupakan kegiatan yang dilakukan oleh
setiap orang dengan mengenakan batik sebagai salah satu dresscode atau pakaian resminya di
setiap kegiatan dalam kesehariannya. Batik
yang sekarang sudah menjadi busana nasional bangsa Indonesia sangat dijunjung
tinggi oleh setiap masyarakatnya. Hal itu terlihat oleh tingkat antusias
masyarakatnya dalam mempertahankan batik
dari pengklaiaman negara lain serta tanggapan baik dari masyarakat akan keputusan
UNESCO yang menetapkan batik sebagai
warisan dunia asli Indonesia. Antusias positif dari masyarakat akan batik terlihat dari banyaknya masyarakat
yang tidak malu mengenakan batik. Anak-anak, orang dewasa, orang tua
dan remaja memilki andil besar dalam usaha pengenalan batik pada dunia luar.
Berbatik dalam
konteks kekinian dapat dikatakan lebih bervariasi baik dalam bentuk desain
maupun kegiatannya. Bentuk atau desain batik
kekinian lebih disesuaikan dengan permintaan pasar dan perkembangan zaman. Batik yang awalnya identik dengan kraton,
sekarang lebih terbuka dan fleksibel. Bermula kain curahan biasa yang bermotif
tradisional menjadi busana nasional yang dipakai oleh hampir semua masyarakat
Indonesia. Batik bisa dipakai dimanapun,
dalam kondisi apapun dan cocok untuk semua kalangan contohnya batik yang menjadi pakaian resmi PNS, guru,
pegawai kecamatan, dosen, pak lurah beserta perangkatnya, pak walikota beserta
perangkatnya, pak bupati beserta perangkatnya, mahasiswa dan pelajar. Batik juga dianggap oleh sebagian orang
pakaian resmi dengan bentuk beraneka ragam dan masih terkesan sopan.
Perkembangan zaman yang semakin maju,
menjadikan batik sebagai salah kain yang laku di pasaran selain sutera atau katun. Batik untuk saat ini memang bisa dibentuk
dalam beraneka ragam diantaranya baju, sprei, rok, tas, sepatu, gorden jendela,
sarung bantal dan guling, taplak meja, aksessoris batik bahkan sampai kerudung (Pashmina).
Model-model batik yang paling digemari
oleh masyarakat sekarang kebanyakan adalah baju dan rok batik
(sandhangan) dan ini bisa didapatkan dimanapun, seperti toko batik (kalau di Malang paling banyak
di Pasar Besar), butik batik baik itu secara online maupun langsung datang ke tempatnya.
Biasanya pembelian batik online tidak kalah bagusnya dengan batik yang dibeli langsung di tempatnya
tanpa ada ongkos kirim terhadap online shop yang menjualnya batik.
Kadang kala hanya hal-hal kecil yang membedakan online shop dengan toko batik atau butik batik nyata di sekitar kita yakni
masalah biaya pengiriman (ongkir)nya, pembayaran yang harus lewat bank,
penungguan barang datang, dan pembeliannya dilakukan hanya dengan melalui SMS,
pesan Facebook, telepon, BBM, What’s up, chatting saja, namun untuk bahan dan
model batik kadang masih ada kesamaan.
Situs online shop yang khusus menjual batik
secara online selain situs berbatik juga
ada situs Tsurayyaku Hanbok
Batik yang aku tau dari situs jejaring facebook.
Batik saat ini tidak kalah bagusnya dengan
baju atau dresscode negara lain. Batik ini menjadi busana penyatu dari bangsa
Indonesia meskipun masih ada baju/pakaian tradisional masing-masing daerah,
Namun sifat batik fleksibel tidak terlalu mengikat. Batik
juga banyak dikenal oleh masyarakat asing dari negara lain di negara
sendiri atau yang sedang mengunjungi Indonesia. Batik dalam kancah Internasional juga mulai
diperkenalkan oleh pemerintah Indonesia dengan jalan mengikutkan pada berbagai
pameran kebudayaan maupun festival di negara lain. Selain itu juga Indonesia
membuka pelatihan batik bagi masyarakat Indonesia
maupun luar yang ingin mengetahui proses pembuatan batik
dari mulai berbentuk kain (bahan mentah) sampai menjadi bahan jadi yang
siap dijual. Pelatihan seperti banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan
Jogjakarta yang mayoritas bentuk pemerintahannya kekeratonan.
Batik
sudah ditetapkan menjadi salah satu busana nasional Indonesia yang tidak
berarti harus melupakan busana/pakaian lokal setiap daerah. Menurut teman saya
yang berasal dari Trenggalek juga mengenal salah satu batik khas daerah sana yang dinamakan batik tulis Rahayu yang Ciri
khasnya adalah motif bunga
cengkeh dan cecek. Cecek itu berbentuk titik-titik. Batik di Indonesia ada dua macam jenis yakni
batik tulis (kasar dan halus) serta batik cap (kasar dan halus). Batik jika diamati secara lokal atau
kedaerahan juga memiliki banyak jenis dan macamnya diantaranya batik Madura, Jombangan, Pekalongan,
Surajarta, Jogjakarta dan masih banyak yang lain. Kedaerahan di negara
Indonesia yang mayoritas berbentuk kepulauan ini menambah kemajemukan terhadap
aset budaya penting yang berupa batik
baik itu secara nasional maupun secara lokal. Filosofi
jika seseorang mengenakan batik
lebih menggambarkan sosok seorang pemimpin, yang tidak
hanya tegas, tetapi juga berwibawa, bijaksana, dan mampu bergerak cepat, baik
dalam bertindak dan mengambil keputusan.Berdasarkan
fenoemena yang ada di Indonesia mengenai batik diharapkan bisa menjadi alat pemersatu
dari pluralitas/kemajukan dari
Indoensia dan alat penumbuh nasionalisme bangsa Indonesia agar lebih menghargai
dan menjaga serta melestarikan aset budaya bangsa yang menarik dan unik ini,
yaitu batik.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)